April 21, 2009

R I P

Telah lebih dari satu tahun semenjak aku tinggal di kos-kosan menemani anak gadisku, aku dan teman dekatku (aku rasa tidak perlu aku sebutkan namanya) tidak pernah lagi punya kesempatan untuk bertemu dan jalan bersama karena kini kami tinggal dengan jarak yang agak berjauhan antara Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, padahal sebelumnya minimal seminggu sekali kami ketemuan, jalan dan makan bersama.
Terakhir dia menelponku, untuk ketemuan, tapi dengan agak menyesal saat itu aku tidak dapat memenuhi ajakannya karena disamping jarak yang berjauhan juga saat itu aku sedang ada kesibukan lain.
Setelah itu aku sering mencoba menghubunginya tapi tidak pernah ada respon, kadang aku berfikir apakah dia kecewa terhadapku karena aku tidak dapat memenuhi ajakannya ketika terakhir dia menelponku, tapi rasa rindu ini membuat aku penasaran untuk mencoba dan mencoba lagi menghubunginya untuk mengetahui khabarnya apakah dia baik2 saja. Sampai akhirnya suatu saat dia merespon telponku walaupun secara singkat dia hanya menceritakan bahwa dia berencana untuk pindah rumah dan menempati rumah barunya di Twn Hs PJ, tapi sementara menunggu proses perpindahan ini dia tinggal bersama orang tuanya di PI. Saat itu dia bicara singkat sekali dan tidak mau bicara masalah2 lain dan dia berjanji suatu saat akan memberi khabar apabila dia sudah menempati rumah barunya dan dia ingin mencurahkan isi hatinya. Tanda tanya dalam hatiku masalah apakah gerangan yang ingin dia bicarakan denganku?
Sudah sekian lama aku menunggu khabarnya lagi belum juga ada khabar, hari ini tiba2 aku teringat putra sulungnya laki2 yang juga teman anak gadisku semasa TK, dan aku mencoba lagi untuk menghubungi hp temanku itu untuk menanyakan khabar anaknya tersebut, a.l dimana kuliahnya......tapiii bagai petir disiang bolong aku mendengar dia mengatakan bahwa anak sulung
tercintanya itu telah tiada lebih dari 1 th yang lalu dalam usia kurang lebih 18 th, meninggal karena kecelakaan. Sekujur tubuhku terasa gemetar...begitu shock aku saat itu ......sesungguhnya aku tidak dapat menahan rasa sedih ini tapi aku tidak mau membangkitkan kembali rasa sedihnya...aku hanya berusaha mengingatkannya agar dia iklas dan tabah menerimanya.....dan dengan tegar dia telah menerimanya bahwa ini semua adalah takdir dari Yang Maha Kuasa. Aku hanya menyesalkan kenapa saat kejadian tersebut aku tidak dikhabari..sehingga aku tidak dapat mengantar almarhum ketempat peristirahatannya terakhir, dia hanya menjawab bahwa dia berusaha untuk tidak memberi khabar pada teman2 tentang kejadian yang menimpanya tersebut karena dia sama sekali tidak inigin dihujani pertanyaan mengenai anak tercintanya itu....bahkan dia berpesan padaku untuk tidak mengabarkan berita ini pada teman2 yang lain .....Mengapa? padahal ini kan bukan aib tapi musibah.... tapi yah ...aku harus menerima dan mengerti perasaannya sebagai seorang ibu yang sedang kehilangan anak
tercintanya.
Terjawab sudah mengapa temanku itu harus meninggalkan rumah pribadinya yang telah bertahun-tahun dihuni bersama keluarganya dan berencana pindah kerumah yang baru.....semoga dia dapat melupakan kisah tragisnya dan dapat hidup berbahagia kembali bersama suami dan putri tercintanya yang cantik dirumah yang baru..
"Selamat jalan keponakanku yang santun dan baik hati....semoga kau dapat beristirahat dengan tenang disana....dan semoga kau pun dapat menempati rumah baru yang lebih indah disana.....amiiin...."

No comments: